Sholatku Bahagiaku
“Setiap
masalah pasti bisa diselesaikan dengan sholat” begitulah tutur Prof. Dr. Moh.
Ali Aziz, M. Ag trainer sekaligus founder PTSB (Pendalaman Terapi Sholat
Bahagia) dalam pidatonya saat memandu para mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya pada
kegiatan PTSB (Pendalaman Terapi Sholat Bahagia) Karena, menurutnya sholat
adalah obat yang turun langsung dari Allah SWT dan pastilah obat yang langsung
turun dari Allah itu akan bisa menyembuhkan segala penyakit. PTSB sendiri sudah
diterapkan baik di dalam maupun di luar negeri, dan hasilnya sangat
mengesankan. PTSB telah diteliti beberapa kali melalui eksperimen beberapa
tahun dengan berbagai pakar kesehatan dan psikologi. Shalat adalah
latihan atas beragam bentuk peribadahan dalam serangkaian
ritual shalat (yang tersusun) dari setiap pasangan yang indah. Takbir yang
dengannya ibadah shalat dibuka, berdiri yang di dalamnya kalamullah (Al-Qur’an)
dibacakan oleh para pelaku shalat, ruku’ yang di dalamnya Rabb diagungkan,
berdiri dari ruku’(i’tidal) yang dipenuhi dengan pujian kepada Allah, sujud
yang padanya Allah Ta’ala disucikan dengan ke-Maha tinggian-Nya, hadirnya sepenuh hati
padanya doa, lalu duduk untuk memohon dan memuliakan, serta diakhiri dengan
salam. Sholat merupakan
permohonan atas perkara-perkara yang penting dan pencegahan dari perbuatan keji
serta mungkar. “Siapa
yang menjaga shalat lima waktu, baginya cahaya, bukti dan keselamatan pada hari
kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya,
bukti, dan juga tidak mendapat keselamatan. Pada hari kiamat, ia akan bersama
Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Kholaf.” (HR. Ahmad 2: 169. Syaikh Syu’aib
Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).
Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M. Ag menyampaikan
jika ketetapan Allah adalah pasti, dan kehendaknya (takdir) adalah yang paling
indah. “Barangsiapa tidak senang dengan keputusan dan takdir-ku, maka hendaklah
ia segera mencari Tuhan selain aku” (HR. At-Thabrany). Oleh karena itu, sangat
penting bagi kita untuk mengimani segala sesuatu yang telah ditetapkan oleh
Allah. Ikhlas serta ridho atas keputusan Allah, niscaya kehidupan kita akan
selalu diliputi kebahagiaan. Memang, dalam kehidupan pasti banyak cobaan juga rintangan
yang kadang membuat kita sedih dan putus asa. Namun, tetaplah ingat jika Tuhan
tidak akan meninggalkan hambanya justru ia akan memberi pertolongan dengan amat
dahsyat jika hamba itu memohon dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, kita
sebagai orang mukmin seyogiyanya harus menjaga sholat serta melaksanakannya
dengan sepenuh hati, jiwa, serta raga. Melalui PTSB guru besar Fakultas Dakwah itu
mencoba untuk merubah mindset kita dari manusia yang suka mengeluh
menjadi manusia yang lebih bersyukur atas nikmat Tuhan yang Maha Esa. Sebelum
mengikuti kegiatan PTSB sendiri ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yakni
menulis daftar anugerah, masalah, dan harapan yang ingin segera dicapai.
Mengapa itu dilakukan? Agar pernyataan syukur dapat terfokuskan selama sholat,
serta bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Untuk
mengajukan permohonan kepada presiden saja, pasti kita menyiapkan kalimat yang
sebaik-sebaiknya. Lantas, kepada Allah mengapa tidak melakukan hal seperti itu.
Adapun, pedoman penyusunan do’a yaitu: 1. Ceritakan masalah Anda secara rinci
dan fokus. 2. Katakanlah Anda ikhlas, ridho dan tidak mengeluh atas masalah
Anda. 3. Katakanlah Anda yakin (3x) Allah pasti (3x) Maha Kuasa menolong Anda.
4. Katakanlah Anda Pasrah (3x) kepada Allah atas apapun keputusan-Nya.
Kemudian, hafalkan kata kunci yakni SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI
SOSIAL. Maksud dari kata kunci tersebut adalah sebagai berikut:
1. SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman) dilakukan ketika Takbiratul
Ikhram (berdiri) Pada kegiatan ini ungkapkan rasa syukur, memohon bimbingan
agar tetap berada di jalan Allah, dan ketahanan iman untuk melawan segala hawa
nafsu, kesesatan dan murka-Nya.
2.TURUT (Tunduk, Menurut) dilakukan ketika Rukuk pada kegiatan ini
ungkapkan mengenai ketundukan kepada Allah dan rasa menurut atas segala
kehendaknya.
3.HADIR (Hak Pujian, Takdir Allah) dilakukan ketika I’tidal pada
kegiatan ini ungkapkan mengenai hak pujian terhadap Allah dan memohon ampunan
jika pernah terlintas mengharap pujian manusia, keihklasan tentang takdir yang
telah ditetapkan serta ridho dan ikhlas dalam menerimanya.
4.MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga) dilakukan ketika Sujud pada kegiatan ini ungkapkan mengenai segala
maaf atas segala dosa yang pernah diperbuat, pengharapan akan sinar untuk
menerangi jalan kehidupan mulai dari hati, lidah,mata, dan telinga agar selalu
berbuat yang diridhai, jiwa dan raga agar tetap terlindung dalam kekuasaan-Nya,
hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan diserahkan hanya kepada
Tuhan semesta alam.
5.AKSI ( Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman) dilakukan ketika Duduk Antara
Dua Sujud pada kegiatan ini ungkapkan mengenai permintaan ampunan, kasih
sayang, cinta, kesejahteraan, dan kekuatan iman agar semakin dekat dengan-Nya.
6.SOSIAL ( Sholawat, Persaksian, Tawakal) dilakukan ketika Tasyahud pada kegiatan ini ungkapkan mengenai lantunan
sholawat dan salam kepada Rasulullah, berikan kekuatan agar bisa mencontoh
akhlaknya, persaksian mengenai ‘Tiada Tuhan selain Engkau dan Muhammad adalah
Utusan-Nya’ serta tawakal atas segala ketentuan Allah hidup-mati, sehat-sakit,
kaya-miskin, dan semua persolan kehidupan diserahkan kepada Tuhan.
Sholat merupakan penyejuk hati, penghibur, serta penenang jiwa dan PTSB sangat memberikan bimbingan mengenai praktek
sholat yang baik dan benar, menganjurkan memahami dan mengingat-Nya lebih kuat
serta bisa memantapkan keyakinan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis
akan penyelesaian semua masalah untuk menju hidup bahagia. Karena wajah penuh
bahagia adalah cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi berbahagialah yang
bisa maksimal dalam berkreasi, produktif, dan membahagiakan orang lain. Maka,
dengan adanya kata kunci diatas diharapkan dapat mempermudah akan tujuan kita
mendalami terapi sholat bahagia. Karena sebaik-baik doa adalah doa yang
dilantunkan ketika sholat, dan kualitas sholat yang bagus ditandai dengan hati
yang kembali bertaubat kepada Allah, menghadirkan hatinya menghadap Allah, dan
kuatnya keimanan di dalam hati. Sholat adalah jawaban dari segala pertanyaan,
sholat adalah wujud kasih sayang Tuhan dan rasa syukur manusia, maka apakah
kita menemukan adanya penghubung yang lebih erat antara seorang hamba dengan Rabb-nya
melebihi ketika ia mendirikan sholat? ialah ketika seorang hamba yang
berada di bumi mendrikan dan memperhatikan sholat dengan membaca surat
Al-Fatihah ayat demi ayat kemudian Allah merespon (menjawab) bacaan surat
tersebut dari atas langit ke tujuh. Allah berfirman dalam hadits Qudsi “Aku membagi as-Sholat (surat al-Fatihah) antara diri-Ku dan diri hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagi hamba-Ku adalah apa yang dipintanya, apabila
hamba tersebut membaca segala puji bagi Allah. Rabb
semesta alam. Maka Allah Ta’ala berfirman ‘Hamba-ku telah memujiku’. Jika ia
mengucapkan ‘Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’ maka
Allah berfirman, ‘Hamba ku telah memujiku’ Jika ia
mengucapkan, ‘Yang menguasai hari pembalasan’maka Allah berfirman, ‘Hamba-Ku
telah memuliakan-Ku’ Jika ia mengucapkan,
‘Hanya kepada-Nya kami menyembah, dan hanya kepada-Nya kami memohon,’ maka
Allah berfirman, ‘Inilah bagian bagi Diri-Ku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku
dalah apa yang dia minta.’ Dan jika ia mengucpakan, ‘Berilah petunjuk kepda
kami atas jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah Engkau beri kenikmatan bagi
yang mengikutinya, bukan jalan-jalan yang Engkau murkai dan bukan pula yang Kau
sesatkan,’ maka Allah berfirman, ‘Ini hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang
dimintanya.”
Shalat adalah kebahagiaan jiwa kaum Mukminin dan keindahan
pandangan-pandangan mereka. Sholat adalah
gerakan-gerakan suci yang mana dapat mendatangkan kesehatan fisik serta psikis.
Sehingga, patutlah kita bersyukur dijadikan dan dilahirkan dalam keluarga yang
beragama Islam, sebab Islam merupakan agama kebahagiaan dan rahmatan lil’alamin,
dengan Islam kita bahagia, dengan bahagia kehidupan akan tertoreh dengan
berkesan.
Kesimpulan tepat untuk rangkaian PTSB yang
diselanggarakan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz. M. Ag adalah laksanakan sholat
sebagaimana porsinya. Tidak dikurang-kurangi maupun dilebihkan. Jadikan
kehidupan yang kita miliki dalam naungan kebahagiaan. Karena kebahagiaan
menjadikan kita sebagai manusia yang diliputi kesyukuran. Skenario Tuhan juga
yang paling tepat untuk dijalankan meskipun manusia menyiapkan rencana paling
indah jika menurut-Nya itu tidak baik maka rencana tersebut tidak akan terjadi.
Percayalah Allah tahu kisah mana yang lebih bahagia bagi kita umat terbaik-Nya.
Jangan mengeluh, perbanyak bersyukur dan bertafakkur. Back to sholat! Maka
kita akan kembali pada kehidupan yang benar. Serahkan segala urusan pada Tuhan
karena ia adalah maha segalanya. Jaga dan pertahankan hubungan kita dengan
Tuhan tetap terjalin erat, salah satunya dengan selalu memperbaiki sholat,
sebab sholat adalah sebaik-baik jembatan penghubung antara Tuhan dan hamba-Nya.
Sholat adalah kebahagiaan jiwa, penyebab dihapuskannya kesalahan dan penolak
beragam keburukan. Nabi SAW bersabda, “Bagaimana menurut kalian apabila
ada sungai di depan pintu salah seorang di antara kalian, lalu ia mandi lima
kali sehari padanya. Masihkan tertinggal kotoran walapun sedikit?” Para Sahabat
menjawab, “Tidaklah ada kotoran yang tertinggla sedikit pun.” Beliau
melanjutkan, “Demikianlah perumpamaan shalat yang lima waktu. Allah
menghapuskan kesalahan-kesalahan dengannya.” Juga sabda beliau Shallallahu’alaihi
Wasallam, “Shalat yang lima waktu dan shalat Jumat hingga hari Jumat berikutnya
sebagai penebus atas apa yang ada di antaranya, selama tidak melakukan
dosa-dosa besar.” Ikhlas hanya kepada Allah dalam melaksanakan sholat dan
melakukannya sebagaimana yang telah di jelaskan dalam As-Sunnah merupakan dua
syarat asasi bagi diterimanya ibadah sholat. Jangan pernah meninggalkan sholat,
karena sholat merupakan amalan yang paling baik. Batas pemisah antara seseorang
dengan kekafiran dan kemusyrikan adalah dengan meninggalkan sholat. Jadi,
pertahankan iman kita melalui sholat. tumpahkan seluruh keluh kesah kepada sang
pencipta. Niscaya kehidupan akan selalu dikelilingi kegembiraan. Back to sholat! Shalatlah dan terbitkan
harapan-harapan baru bersamaan dengan terbitnya mentari setiap pagi. Benamkan
semua masalah Anda bersamaan dengan terbenamnya mentari di sore hari. Selamat
bersiap menyambut masa depan yang cemerlang dan membanggakan. Bersenggama
dengan Tuhan melalui sholat adalah pilihan terbaik untuk menunjukkan rasa cinta
serta kesyukuran atas segala nikmat, kasih sayang, kesehatan, dan kesejahteraan
yang dipenuhi oleh-Nya. Terimakasih Tuhan Nikmatmu tiada tertandingkan.
Radha Putri
Awaliyah
Gresik, 30
November 2019.
Sangat bermanfaat. Semoga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
BalasHapusOke bagus bisa di cobak dari sekarang terimakasih sudah menambah pengetahuan tentang sholat nya sukses selalu dan sering" buat blog nya yah dari saya pembaca senyum manis :)
BalasHapusBaguss tapi alangkah baiknya untuk kesimpulan dibuat lebih ringkas lagi agar pembaca bisa langsung memahami inti pembahasan artikel , good luck 😉
BalasHapusSangat bagus, semoga bermanfaat bagi semuanya.
BalasHapusBetul banget resep ini rad, memang jika kita memperbanyak sholat maka akan Allah mudahkan urusan kita.
BalasHapusJangan lupa juga tips ini dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari kamu.
Inspiratif, Semoga bisa saya terapkan di sholat saya :"
BalasHapusAlhamdulillah.Sangat membantu akan tetapi pada penulisannya model fontnya tidak beraturan,untuk kedepannya di perbaiki lagi yah dan jangan lupa untuk diterapkan pada kehidupan sehari2.semoga bermanfaat.
BalasHapusBarakallah, indah sekali kata katanya, suka banget dan memotivasi untuk bisa lebih baik kedepannya
BalasHapusAlhamdulillah dapet ilmu baru
BalasHapusBaguss tapi alangkah baiknya untuk kesimpulan dibuat lebih ringkas lagi agar pembaca bisa langsung memahami inti pembahasan artikel , good luck ��
BalasHapusSangat membantu sekali membaca ini menambah wawasan kita mengenai agama, sayangnya ada jarak yang kurang tepat disalah satu kata ke kata yang lain, terima kasih.
BalasHapusAlhamdulillah,Bagus, tapi mungkin bisa di peringkas lagi kesimpulannya biar pembaca bisa langsung memahami ke intinya
BalasHapusAlhamdulillah lebih memahami makna sholat dengan bahagia
BalasHapusSangat bagus dan bermanfaat. Semoga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
BalasHapusTerimakasih untuk bacaan yang bermanfaat. bisa disisipkan gambar agar pembaca tidak jenuh. Semangat membaca agar kampus tidak sia sia mendirikan perpustakaan.
BalasHapusAlhamdulillah dapat ilmu baru, terimakasih :)
BalasHapus