Langsung ke konten utama

Hambatan Komunikasi Lintas Budaya dalam Dakwah Multikultural Modern


HAMBATAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM DAKWAH MULTIKULTURAL MODERN

Radha Putri Awaliyah (B01219047)

Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Fakultas Dakwah dan Komunikasi

UIN Sunan Ampel Surabaya

Abstrak

Dalam kehidupan modern yang telah ditandai dengan adanya peningkatan kualitas perubahan sosial yang lebih jelas, kita sudah meninggalkan fase transisi untuk menjalani era globalisasi. Kehidupan masyarakat modern sudah kosmopolitan dengan kehidupan individual yang sangat menonjol dan profesional di segala bidang. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui Hambatan Komunikasi Lintas Budaya dalam Dakwah Multikultural Modern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif beserta kajian literatur yang mendukung. Adapun yang dimaksud dengan hambatan komunikasi atau communication barrier adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif. Perbedaan budaya sendiri merupakan salah satu faktor penghambat dalam komunikasi lintas budaya. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya perbedaan budaya antara pengirim pesan (komunikator) dan penerima pesan (komunikan).

Kata Kunci: Masyarakat Modern, Hambatan Komunikasi.

Hambatan dapat diartikan sebagai halangan atau rintangan yang dialami. Adapun yang dimaksud dengan hambatan komunikasi atau communication barrier adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang efektif. Berbagai hambatan komunikasi lintas budaya dalam dakwah multikultural modern antara lain sebagai berikut:

Fisik. Hambatan komunikasi yang berasal dari waktu, lingkungan, kebutuhan diri, dan media.

Budaya. Hambatan komunikasi yang berasal dari etnis, agama, dan sosial berbeda antara budaya yang satu dengan budaya yang lainnya.

Persepsi. Hambatan komunikasi yang timbul karena perbedaan persepsi oleh individu mengenai sesuatu. Perbedaan persepsi menyebabkan perbedan dalam mengartikan atau memaknakan berbagai hal.

Motivasi. Hambatan komunikasi yang berkaitan dengan tingkat motivasi penerima pesan. Rendahnya tingkat motivasi penerima pesan mengakibatkan komunikasi menjadi terhambat.

Pengalaman. Hambatan komunikasi yang disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang dimiliki individu. Perbedaan pengalaman yang dimiliki oleh masing-masing individu dapat menyebabkan perbedaan dalam konsep serta persepsi terhadap sesuatu.

Emosi. Hambatan komunikasi yang berkaitan dengan emosi atau perasaan pribadi dari pendengar. Apabila emosi pendengar sedang buruk maka hambatan komunikasi yang terjadi akan semakin besar dan sulit untuk dilalui.

Bahasa. Hambatan komunikasi yang terjadi ketika pengirim pesan (sender) dan penerima pesan (receiver) menggunakan bahasa atau kata-kata yang tidak dimengerti oleh penerima pesan sehingga menimbulkan ketidaksamaan makna selain itu bahasa juga merupakan sarana utama terjadinya komunikasi. Gagasan, pikiran, dan perasaan dapat diketahui maksudnya ketika disampaikan lewat bahasa. Bahasa menjembatani antar individu dikaji secara kontekstual. Fokus kajian bahasa selalu dihubungkan dengan perbedaan budaya (kelas, ras, etnik, norma, nilai, agama). Cara manusia menggunakan bahasa sebagai media komunikasi sangat bermacam-macam antara suatu budaya dengan budaya lain, bahkan dalam satu budaya sekalipun.

Nonverbal. Hambatan komunikasi yang berupa isyarat atau gesture.

Kompetisi. Hambatan komunikasi yang timbul ketika penerima pesan sedang melakukan kegiatan lain di saat menerima pesan.

Selain hambatan di atas. Hambatan komunikasi lintas budaya juga bisa terjadi karena adanya sikap etnosentrisme. Konsep ini mewakili suatu pengertian bahwa setiap kelompok etnik atau ras mempunyai semangat dan iodeologi untuk menyatakan bahwa kelompoknya lebih superior daripada kelompok etnis atau ras yang lain. Akibat ideologi ini maka setiap entik atau ras akan memiliki sikap etnosentrisme atau rasisme yang tinggi. Sikap etnosentrisme dan rasisme itu berbentuk prasangka, streotip, diskriminasi dan jarak sosial terhadap kelompok lain. Prasangka merupakan salah satu rintangan atau hambatan berat dalam kegiatan komunikasi, karena orang yang berprasangka belum apa-apa sudah bersikap curiga dan menentang komunikator yang melancarkan komunikasi. Dalam prasangka, emosi memaksa kita untuk menarik kesimpulan atas dasar syakwasngka, tanpa menggunakan pikiran dan pandangan kita terhadap fakta yang nyata. Karena itu, sekali prasangka itu sudah mencekam, orang tidak akan dapat berpikir objektif, dan segala apa yang dilihatnya selalu akan dinilai negatif. Stereotip. Stereotip adalah pandangan umum dari suatu kelompok masyarakat lain. Pandangan umum ini biasanya bersifat negatif. Stereotip biasanya merupakan refrensi pertama (penilaian umum) ketika seseorang atau kelompok melihat orang atau kelompok lain”. Diskriminasi diartikan sebagai tindakan yang berbeda dan kurang bersahabat dari kelompok dominan atau para anggotanya terhadap kelompok subordinasinya dalam artian ras atau etnis. Diskriminasi mengarah pada tindakan nyata, tindakan diskriminasi biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki sikap prasangka yang sangat kuat akibat tekakan tertentu, misalnya tekanan budaya, adat istiadat, kebiasaan atau hukum. Menurut Zastrow diskriminasi merupakan faktor yang merusak kerjasama antarmanusia atau komunikasi diantara para peserta komunikasi. Jarak sosial merupakan aspek lain dari prasangka sosial yang menunjukkan tingkat penerimaan seseorang terhadap orang lain terhadap orang lain dalam hubungan yang terjadi diantara mereka. Jarak sosial merupakan perasaan untuk memisahkan seseorang atau kelompok tertentu berdasarkan tingkat penerimaan tertentu.


DAFTAR PUSTAKA

Alo Liliweri, Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya, Yogyakarta: PT LKIS Printing Cemerlang, 2009.

Andik Purwasito, Komunikasi Multikultural, Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2003.

Alo, LIliweri, Prasangka dan Konflik Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural, Yogyakarta: PT LKIS, 2005.

Onong Uchajana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mobilitas Tinggi, Wartawan Istana Dituntut Selalu Memiliki Fisik Prima

( Wawancara door stop pada Menteri Luar Negeri) Surabaya - Istana adalah muara dari semua isu dan segala bidang yang ada di negara, sehingga wartawan di sana harus bisa dengan cepat menyesuaikan diri serta memiliki fisik prima, karena akan sering berlari dan berdesakan. Hal itu disampaikan oleh wartawan istana Bayu Putra saat mengisi W orkshop J urnalistik yang bertajuk "Proses Produksi Berita dan Desain Media Cetak" oleh Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya secara virtual, Kamis (28/10/2021). Bayu mengungkapkan wartawan harus siap fisik demi mempertahankan posisi terutama ketika wawancara door stop , seperti pada saat mewawancarai M enteri L uar N egeri (Menlu) Retno, setelah aktivitas kenegaraan dalam kondisi berpanas-panasan, memakai setelan jas lengkap, dan mau tidak mau harus tetap bertahan , lantaran cukup banyak yang mengincar informasi dari Menlu tersebu...

Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya

DEFINISI SERTA RUANG LINGKUP DAKWAH MULTIKULTURAL DAN KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA Radha Putri Awaliyah (B01219047) Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya   ABSTRAK Proses Islamisasi di Nusantara yang dilakukan para da’i terdahulu berjalan secara damai, persuasif, dan tanpa kekerasan . Dalam dakwah, komunikasi merupakan kebutuhan dasar, urat nadi serta ciri eksistensi kehidupan manusia. Tanpa komunikasi, manusia akan sulit mengungkapkan isi hati, perasaan, keinginan, pendapat, dan lain-lain. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui definisi serta ruang lingkup Dakwah Multikultural dan Komunikasi Lintas Budaya . Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif beserta kajian literatur yang mendukung. Dakwah multikultural di ranah komunikasi lintas budaya dapat diartikulasikan sebagai kegiatan dakwah multikultural dengan komunikasi berlandaskan agama (Islam). Sementara, komunikasi lintas budaya diartikan sebag...

Unsur-Unsur Komunikasi Lintas Budaya dalam Berdakwah

UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DALAM BERDAKWAH Radha Putri Awaliyah (B01219047) Link Referensi Literatur http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/warda/article/download/4546/2624 http://eprints.walisongo.ac.id/3493/3/101211017_Bab2.pdf http://repository.ummat.ac.id/1086/1/COVER-BAB%20III.pdf https://id.scribd.com/document/437007992/Komunikasi-Lintas-Budaya-Atau Link Referensi Video YouTube https://youtu.be/ay-kxo86RFQ https://youtu.be/yVNPEreXAaE https://youtu.be/BlnchO0Pvpo https://youtu.be/mvKTKrLL85c