TUJUAN,
FUNGSI, DAN PERANAN DAKWAH DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Radha
Putri Awaliyah (B01219047)
Prodi
Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas
Dakwah dan Komunikasi
UIN
Sunan Ampel Surabaya
Abstrak
Esensi
dakwah adalah mengubah segala penyembahan selain Allah kepada tauhid, mengubah
semua jenis kondisi kehidupan yang timpang ke arah kondisi yang penuh dengan
ketenangan batin dan kesejahteraan
lahir berdasarkan nilai-nilai Islam. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui Tujuan, Fungsi, dan Peranan Dakwah dalam
Komunikasi Antarbudaya. Metode yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif beserta kajian literatur yang mendukung. Beberapa aspek yang dapat dilihat untuk mengetahui hal tersebut,
yaitu: Pertama, komunikasi antarbudaya sangat mendukung terlaksananya dakwah
Islam melalui pendekatan komunikasi dengan segala variasinya. Kedua, dakwah
Islam menghadapi pergeseran tata nilai harus mampu mengatasi
perubahan-perubahan yang terjadi dalam faktor-faktor penyebab terjadinya
pergeseran nilai, meliputi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
perkembangan dan pertumbuhan ekonomi, perubahan politik, peranan kekuasaan
pemerintah, perubahan lingkungan bio-fisik dan pengaruh kebudayaan luar.
Ketiga, prospek Islam dalam menghadapi tantangan zaman harus memahami dan
mengetahui paling tidak ada tiga hal yang perlu diatasi secara tuntas yaitu sosio-ekonomis,
sains dan teknologi serta etis-religius.
Kata Kunci: Dakwah Islam, Komunikasi Antarbudaya.
Tujuan Dakwah Dalam Komunikasi Antarbudaya
Tujuan merupakan sesuatu yang hendak dicapai melalui tindakan, perbuatan atau usaha. Dalam kaitannya dengan dakwah, maka tujuan dakwah sebagaimana dikatakan Ahmad Ghallusy adalah membimbing manusia mencapai kebahagiaan dalam rangka merealisasikan kegembiraan tersebut. Sementara itu, Ra’uf Syalaby mengatakan bahwa tujuan dakwah adalah meng-Esa-kan Allah SWT, membuat manusia tunduk kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya, dan introspeksi terhadap apa yang telah diperbuat. Para ahli juga sepakat perihal lima tujuan dakwah, antara lain: Pertama, dakwah bertujuan untuk menyelesaikan problematika umat. Kedua, dakwah bertujuan untuk membentuk manusia (masyarakat) Islami. Ketiga, dakwah bertujuan untuk mendorong manusia mngikuti petunjuk yang diketahui kebenarannya, melarang perbuatan yang merusak individu dan orang banyak agar mereka memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Keempat, tujuan dakwah adalah untuk memperkenalkan dan memberi pemahaman kepada umat hakikat agama Islam. Kelima, tujuan dakwah adalah untuk menjaga manusia pada fitrahnya agar senantiasa berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan yang berbasis pada al-Qur’an dan Sunnah. Adapun tujuan dakwah dalam komunikasi antarbudaya adalah menjadikan Islam lebih fleksibel dan mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat, meskipun memiliki perbedaan antara satu sama lain serta menjadikan diterimanya ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat, sebab menggunakan metode dakwah yang tidak mengahapus budaya atau tradisi lama. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika gerakan dakwah pada dasarnya bertujuan untuk memperkenalkan substansi ajaran Islam secara kontinu dan dinamis sesuai dengan fitrah manusia agar manusia tersebut berpikir dan berpijak sesuai dengan ketentuan syariat Allah SWT, demi menggapai keselamatan di dunia dan akhirat.
Fungsi Dakwah Dalam Komunikasi Antarbudaya
Dalam segi fungsi, seperti yang kita ketahui sebelumnya, ilmu dakwah adalah ilmu yang mengkaji tentang upaya mengajak umat manusia kepada jalan Allah, dibangun dan dikembangkan dengan metode ilmiah sehingga dapat berfungsi dalam rangka memahami, memprediksi (prediction), menjelaskan (explanation) dan mengontrol. Selain itu, sebagai pengembang teoritis dakwah juga memilki fungsi, antara lain dapat menjelaskan secara sistematis fenomena yang berkembang (fungsi pengawasan), kontrol (pengendalian) suatu fenomena yang berkaitan dengan proses kegiatan dakwah dan budaya dengan harapan agar fenomena itu dapat terjadi sesuai tujuan yang hendak dicapai (fungsi menjembatani) serta mampu memberikan penjelasan berbagai fenomena di suatu masyarakat, agar pengembangan dan pelaksanaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien (fungsi sosialisasi nilai). Kemudian, fungsi dakwah dalam komunikasi antarbudaya adalah mengajarkan dan mengenalkan nilai-nilai ajaran Islam kepada budaya masyarakat, menjelaskan secara sistematis fenomena yang berkembang berkaitan dengan proses dakwah, menjadi perantara dalam proses komunikasi anatarbudaya, dan mengawasi praktik komunikasi antarbudaya yang antara komunikator dengan komunikan memiliki kebudayaan berbeda.
Peranan Dakwah Dalam Komunikasi Antarbudaya
Peranan dakwah sangatlah penting dalam membantu masyarakat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada serta sebagai sarana penyampaian konsep, tujuan, etika dan keyakinan khususnya berkaitan dengan keagamaan dan kebudayaan itu sendiri. Selain itu, dakwah juga berperan sebagai penggagas yang akan memperkuat asas atau dasar masyarakat sesuai tuntunan al-Qur’an dan Sunnah Rasul, penggerak kepedulian individu terhadap lingkungan sosial, penyuluh yang akan menjawab keraguan umat dalam menghadapi persoalan kehidupan, juga sebagai perekat ukhuwah manusia terlebih masyarakat Indonesia yang multikultural. Adapun peran para da’i dalam menyampaikan risalah dakwah, yakni mendorong para ilmuan dan praktisi dakwah memberikan pertimbangan dan acuan untuk menyeleksi dakwah yang ma'ruf dan mungkar, mendorong ilmuan dan praktisi dakwah serta umat Islam untuk memiliki sikap mental dan perilaku yang arif dalam menghadapi dinamika dan keberagaman dakwah, memberikan kebenaran ayat-ayat yang teramati dalam kenyataan empiris keberagaman budaya dengan ayat-ayat dalam firman Allah tentang keberagaman makhluk sebagai ciptaan-Nya.
KESIMPULAN
Dakwah antarbudaya yakni dakwah yang mempertimbangkan keberagaman antara da'i dan mad'u dengan menggunakan pendekatan damai. Dakwah sebagai suatu variabel dan problematika kehidupan sosial, maka keberadaan dakwah dalam suatu komunikasi dapat dilihat dari sisi dan peran dalam mempengaruhi perubahan sosial tersebut. Dakwah dalam komunikasi antarbudaya juga bertujuan dan berfungsi untuk mencegah terjadinya konflik keagamaan dalam masyarakat. Pesan dakwah yang menyampaikan nilai ketuhanan sejatinya harus dipahami sebagai perwujudan nilai-nilai toleransi, persaudaraan, dan sebagai wujud dialog internal umat beragama serta upaya membangun kesadaran demi terciptanya kerukunan antar umat beragama.
Daftar
Pustaka
Amin, Samsul
Munir. Rekonstruksi Pemikiran Dakwah
Islam. Jakarta: Amzah. 2008.
Aripudin, Acep. Dakwah Antar Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2012.
Liliweri, Alo. Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mulyana, Deddy. Komunikasi Antar Budaya. Bandung: PT.
Remadja Rosdakarya. 2003.
Rahmat,
Jalaluddin. Islam dan Pluralisme.
Jakarta: Serambi Ilmu Semesta. 2006.
Komentar
Posting Komentar